Puisi: Rampas Paksa Jiwa

Dulu ku percaya,
jika tempat itu surga,
yang memberiku aman dari marabahaya.

Namun malam itu,
mengubah semua pandangku.
Sentuhan paksa itu tak seharusnya ada. 

"Kenapa tega?"
Sebuah tanya menyiksa,
yang selalu hadir dalam diamnya raga.

Noda yang kau berikan,
menggoyahkan imanku perlahan.

Di setiap langkahku,
dosa itu terus menghantui tanpa pernah berlalu.

Bahkan hingga aku dewasa,
berjuta kali ku coba tuk melupakannya,
semuanya terasa sia-sisa.

Apa salahku?
Apa dosaku?
Kau merusakku,
merampas paksa jiwaku.

Kala itu terjadi,
Si kecil ini pun merintih,
dalam sunyi malam penuh ketakutan.

Gresik,
21 Januari 2015

~ Ojam.

BACA JUGA
Memuat daftar chapter...
[X]