Cerpen Cak Kirun: Nurani Sebatas Konten Viral
Warung Mak Inun mendadak gempar. Bukan karena ada diskon gorengan, tapi karena ada iring-iringan mo…
Warung Mak Inun mendadak gempar. Bukan karena ada diskon gorengan, tapi karena ada iring-iringan mo…
Negara sedang diseret oleh ambisi seorang pemimpin yang bicaranya sering melantur tak relevan layak…
Di bawah pancuran air panas, Aris memutar krannya hingga batas maksimal, membuat uap air yang putih…
Cak Kirun baru saja selesai makan soto di pinggir jalan. Siang itu panas sekali. Ia berjalan menuju…
Di pinggir hutan lindung desa, sebuah tenda mewah berdiri. Di dalamnya, Pak Pejabat dan rombongan p…
Di kamar kontrakan sempit dengan banyak barang bekas yang sebagian besar mengisi ruangan itu. Lanta…
Singapura menjadi titik awal pertama dalam menjelajah panggung dunia. Niat hati menghadiri konferen…
Cak Kirun berdiri di depan sebuah gudang raksasa yang pintunya sudah penuh karat. Di atasnya terter…
Siang itu, udara di Balai Desa terasa lebih gerah dari biasanya. Pak Karto, sang Sekretaris Desa, b…
Memasuki minggu kedua bulan Desember, halaman kantor desa penuh dengan tumpukan material. Suara mes…
Dalam dunia akademik yang sedang saya jalani, ada sebuah paradoks yang sering kali membuat saya men…
Aula kantor polisi itu penuh sesak. Di depan kamera wartawan, sebuah meja panjang sudah dipenuhi ba…