Latest Posts

Makan Siang atau Makan Masa Depan?

Negara sedang diseret oleh ambisi seorang pemimpin yang bicaranya sering melantur tak relevan layak…

Paranoia: Balas Dendam Sang Calon Bayi

Aris berdiri di bawah pancuran air panas. Uap putih memenuhi ruangan sempit itu sampai cermin di at…

Cerpen Cak Kirun: Penonton Parkir

Cak Kirun baru saja selesai makan soto di pinggir jalan. Siang itu panas sekali. Ia berjalan menuju…

Paranoia: Misteri Bakso Beranak

Aroma uap kaldu itu terasa berbeda, tidak seperti biasanya yang mampu mengundang lapar. Aromanya am…

Cerpen Cak Kirun: Ilmu Nyawit

Di pinggir hutan lindung desa, sebuah tenda mewah berdiri. Di dalamnya, Pak Pejabat dan rombongan p…

Paranoia: Malam Pembalasan

Bau amis pasar pagi itu menusuk hidung. Kali ini sumbernya berasal dari deretan kait besi yang meng…

Perayaan Kebodohan

Singapura menjadi titik awal pertama dalam menjelajah panggung dunia. Niat hati menghadiri konferen…

Paranoia: Sate Pocong

Lelaki itu menyebut dirinya Abah; penjual sate di sebuah gudang tua bekas pabrik pengolahan es yang…

Cerpen Cak Kirun: Wisata Keliling Museum Inovasi

Cak Kirun berdiri di depan sebuah gudang raksasa yang pintunya sudah penuh karat. Di atasnya terter…

Cerpen Cak Kirun: Saudara Kembar Beda Nasib

Siang itu, udara di Balai Desa terasa lebih gerah dari biasanya. Pak Karto, sang Sekretaris Desa, b…

Cerpen Cak Kirun: Bongkar Pasang Anggaran

Memasuki minggu kedua bulan Desember, halaman kantor desa penuh dengan tumpukan material. Suara mes…

Bentakan Ego Sang Penguasa Kelas

Dalam dunia akademik yang sedang saya jalani, ada sebuah paradoks yang sering kali membuat saya men…