Puisi: Kekang Jiwa
Kala jarak kian mendekat,
kehangatan rasamu memecah beku yang sempat menetap.
Bisik lirihmu,
perlahan runtuhkan benteng egoku.
Setiap hembusan nafasmu,
perlahan membiaskan kewarasanku dalam fana yang semu.
Aku jatuh semakin dalam,
sentuhanmu membuat logikaku bungkam.
Jiwa yang suci seakan terbelenggu
tunduk patuh pada kuasamu,
tuanku.
Saat keheningan mulai berbicara,
bahasa tubuh mengungkap segala makna.
Bibir yang tadinya terbungkam,
kini dengan indahnya menari di atas tetesan kenikmatan.
Aku jatuh semakin dalam,
sentuhanmu membuat logikaku bungkam.
Jiwa yang suci seakan terbelenggu
tunduk patuh pada kuasamu,
tuanku.
Entah mengapa,
ku relakan kau melela raga ini tanpa paksa.
Hingga diri semakin dalam hilang,
dalam kekang tubuh yang tak mampu untuk perlawanan.
Laksana hamba yang siap tersiksa,
oleh Tuan,
sang pemilik jiwa.
Pasuruan,
17 Juni 2017.
~ Ojam
Post a Comment