Puisi: Aku di Sini, Hari Ini Hingga Selamanya

Telah kudengar setiap getar suaramu, 
kupahami setiap pelik yang membelenggu ragamu. 

Tak perlu lagi ada tabir yang kau bentangkan, 
sebab di sini aku berdiri, 
menjadi rumah yang takkan tergantikan. 

Jangan biarkan sesal menghakimi dirimu, 
aku di sini, 
membaca setiap luka dengan kalbu. 

Meski keterbatasan mencoba meredam makna, 
rasaku padamu tetaplah sama, 
takkan pernah sirna. 

Sebab aku mencintaimu dengan cara yang paling sederhana, 
melalui segala kurang yang justru membuatmu istimewa. 

Kau tak butuh menjadi sempurna untuk kuterima, 
karena bagiku, 
hadirmu saja sudah cukup untuk segalanya. 

Meski dunia menutup mata dan enggan mengerti, 
aku akan tetap memelukmu dalam ketulusan hati. 

Jangan lagi kau melangkah menjauh dariku, 
sebab jiwaku telah tertambat kuat pada jiwamu. 

Kita tak perlu bersandiwara di hadapan semesta, 
cinta ini lebih dari cukup untuk menopang kita. 

Biarlah bising suara di luar sana menjadi angin lalu, 
karena aku adalah rumah,
yang menjadi tempat pulang ternyamanmu,
di setiap waktu. 

Kita lalui badai ini dengan jemari yang saling bertaut, 
mengabaikan ragu yang sempat membuat hati terpaut. 

Aku di sini, 
mendekapmu dengan seluruh kasih yang kupunya, 
setia menemanimu, 
hari ini hingga selamanya.

Surabaya,
1 Januari 2023

~ Ojam.

BACA JUGA
Memuat daftar chapter...
[X]