Suka Duka SNMPTN
Hi!
Hari ini, hari yang udah dinantikan banyak anak kelas 12. Terlebih bagi mereka yang mendaftar SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), termasuk gw, soalnya gw juga daftar di jalur ini. Berdasarkan informasi yang beredar, terdapat sekitar 900an ribu pendaftar dari seluruh Indonesia. Angka yang cukup besar, kan?! Terlebih kuota penerimaan di jalur ini hanya sekitar 100an ribu.
Terus, tadi sore pengumuman penerimaan sudah di akses. Sebagai salah satu peserta, gw juga ikutan buat akses laman penerimaan itu. Dan, gw amat kaget sama hasilnya. Soalnya, gw keterima di kampus pilihan emak gw. Yak! Kalian nggak salah baca kok, kampus pilihan emak gw. Hahaha.
Kenapa gw bisa kaget? Jawabannya cukup simpel, gw bukan siswa berprestasi di sekolah, lebih ke siswa pas-pasan. Pinter banget, enggak, bodo banget juga enggak.
Nah, beberapa saat kemudian, setelah gw tau keterima, pihak sekolah ngasih tau, kalau hanya tiga siswa yang lolos di jalur ini di sekolah gw. Angka yang cukup besar menurut gw, soalnya tahun sebelumnya, satupun nggak ada yang keterima.
Balik ke topik kampus pilihan emak gw.
Kenapa sih kok kampus pilihan emak gw? Bukan kampus pilihan gw? Sebenernya, cukup simpel jawabannya, biar gw dibiayain kuliahnya, hehehe. Gw udah berkali-kali mohon kayak kuliah di ITS, IPB, atau bahkan UB. Tapi, tetep jawabannya selalu sama, "Di IAIN aja ya!?".
Alasannya cukup masuk akal, mengingat gw bukan dari keluarga berada, tergolong menengah ke bawah. Jadi sudah bisa ditebak kan?! Kalau belum ketebak, ya udah, gw kasih tau. Jawabannya sederhana, ini semua tentang biaya.
Okelah, gw terima buat kuliah di situ, tapi gw bingung, mau ambil jurusan apa? Dari kecil gw udah belajar agama, agama, dan agama. Masak iya, kuliah gw belajar agama lain, meski sebenernya belajar agama nggak ada batas umurnya. Tapi, kayak flat aja hidup, nggak ada variasinya.
Jadi, waktu pendaftaran di jam awal pembukaan, gw bilang kalau gw mau ambil IAIN, meski waktu survey, gw nulisnya ITS. Hahaha.
Nah, karena jurusan di SNMPTN itu umum semua kan, nggak ada jurusan agama. Gw sebenernya ngincer jurusan matematika, awalnya mau ambil Pendidikan Matematika sama Matematika Murni. Tapi ketika gw liat ada Sistem Informasi, gw ubah langsung jadi Sistem Informasi dan Pendidikan Matematika.
Ya, meskipun gw ngga bisa ambil jurusan yang gw impikan, yakni Teknik Sipil. Setidaknya, gw masih punya orang tua yang peduli dengan pendidikan anaknya.
Dan yak! Mungkin itulah sedikit cerita gw kali ini, sampai jumpa di cerita gw yang lain ya!
Ciao...
Post a Comment