Puisi: Ikhlas Melepas
Kepergianmu begitu cepat,
bahkan hanya sekadar untuk mengucap "selamat tinggal" pun kau tak sempat.
Aku sudah belajar ikhlas,
ikhlas untuk melepasmu pergi.
Tapi, apa daya...
diri ini tidak punya kuasa atas rasa.
Air mataku selalu jatuh,
ke tempat yang biasa jadi tempat ciummu.
Di dunia,
mungkin ragamu sudah tidak ada.
Tapi, yakinlah...
ingatanku akan dirimu tidak akan pernah sirna,
hingga nanti,
saat aku kembali,
menemuimu di tempat yang kini jadi rumahmu.
Terima kasih,
terima kasih sudah pernah ada,
meski hanya sekejap mata.
Terima kasih,
terima kasih sudah menyembuhkan luka lama,
meski pada akhirnya kau meninggalkanku sendiri tanpa sesiapa.
Kini...
Aku ikhlas untuk melepasmu pergi,
meski hati ini belum benar-benar siap untuk kembali sepi.
Sampai jumpa di keabadian yang lain,
di mana perpisahan tidak lagi punya kuasa atas kita.
Yogyakarta,
5 Desember 2024
~ Ojam
Post a Comment