REIN: Kekuatan
Roda pesawat jet menghantam aspal landasan pacu pribadi dengan benturan yang sangat keras. Rein tetap duduk tenang di kursi kebesarannya. Ia membiarkan celananya masih melorot, memamerkan penisnya yang besar dan berurat yang mulai mendingin setelah pemuasan dendam tadi. Di lantai kabin, Enzo dan Alice merintih seperti binatang yang sekarat. Darah, sperma, dan air mata bercampur menjadi satu di atas karpet sutra yang sangat mahal.
Pintu pesawat terbuka secara otomatis. Udara malam yang segar merangsek masuk ke dalam kabin yang pengap akan aroma sperma dan darah. Sepuluh orang pria dengan pakaian taktis hitam lengkap dengan senjata otomatis menyerbu masuk. Mereka adalah tim elit keamanan paling setia yang dibayar Rein dengan harga yang sangat fantastis. Pemimpin tim itu tertegun sejenak melihat kondisi kabin, tetapi ia segera menunduk hormat di depan Rein.
"Bawa dua tumpukan manusia ini ke ruang bawah tanah kediamanku. Jangan biarkan mereka mati sebelum aku memberikan izin," perintah Rein dengan suara bariton yang sangat dingin.
Tim keamanan menyeret Enzo dan Alice keluar dari pesawat dengan sangat kasar. Kepala Enzo membentur anak tangga besi berkali-kali sampai pria itu pingsan. Alice hanya bisa menangis pasrah saat tubuh tanpa busananya diseret melewati aspal yang kasar. Rein berdiri, menarik celananya kembali ke posisi semula, lalu merapikan kemejanya yang sudah hancur. Ia berjalan menuruni tangga pesawat dengan langkah yang sangat mantap dan penuh tenaga.
Sesampainya di kediaman pribadinya yang megah, Rein langsung menuju ruang kerja yang sangat canggih. Ia mengaktifkan sistem perdagangan saham global. Dalam waktu kurang dari satu jam, ia meruntuhkan seluruh nilai perusahaan milik Enzo melalui manipulasi pasar yang sangat jenius. Rein menggunakan ingatan strateginya untuk menghancurkan setiap aset lawan sampai tidak tersisa sedikit pun. Berita tentang kebangkrutan total sang rival mulai meledak di seluruh kanal berita bisnis dunia.
Selesai melakukan serangan finansial, Rein melangkah menuju gym pribadinya yang sangat luas. Ia mengingat setiap detail latihan yang ia lakukan saat menjadi Xiao Lin di hutan. Rein mulai melakukan angkat beban yang beratnya tiga kali lipat dari kapasitas biasanya. Otot bisep dan dadanya menegang hebat sampai urat-urat di sekujur tubuhnya menonjol sangat kuat. Ia memacu jantungnya sampai ke batas maksimal. Rein merasa raga CEO miliknya sekarang memiliki potensi yang jauh lebih besar karena batinnya sudah menyatu dengan jiwa pejuang sejati.
Ia menanggalkan seluruh pakaiannya untuk masuk ke dalam bak air es yang sangat dingin. Rein menatap penisnya yang kini terlihat sangat perkasa di bawah cahaya lampu neon. Ia meraba perut sixpack-nya yang kini jauh lebih padat dan keras. Rein merasa sangat puas dengan transformasi raga dan kekuasaannya.
Pagi harinya, Rein muncul di hadapan publik dengan setelan jas hitam yang sangat sempurna. Ia mengadakan konferensi pers mendadak untuk mengumumkan pengambilalihan seluruh aset Enzo secara resmi. Tatapan matanya yang sangat tajam membuat semua jurnalis merasa tertekan dan tidak berani bertanya macam-macam. Rein berdiri di atas podium dengan aura dominasi yang mutlak. Ia tahu bahwa mulai hari ini, tidak akan ada satu orang pun yang berani menatap matanya tanpa rasa takut yang sangat dalam. Perjalanan balas dendamnya baru saja dimulai, dan ia akan memastikan seluruh dunia berlutut di bawah kakinya.
BACA JUGA
Post a Comment