REIN: Pesta Kemenangan

Malam itu kediaman Rein berubah menjadi arena perayaan yang sangat eksklusif. Lampu kristal memancarkan cahaya keemasan ke seluruh ruangan pesta yang dipenuhi oleh para elit kota. Rein berdiri di tengah keramaian dengan mengenakan kemeja sutra yang sengaja dibuka tiga kancing atasnya. Otot dadanya yang sekeras baja menyembul keluar. Pemandangan itu membuat banyak wanita kelas atas mencuri pandang dengan wajah yang memerah. Rein mengacuhkan tatapan kagum itu. Ia melangkah menuju balkon pribadi sambil memegang gelas kristal berisi scotch terbaik.

Seorang wanita cantik bernama Verez mendekati Rein dengan langkah yang sangat anggun. Verez merupakan seorang model internasional yang terkenal sangat sulit ditaklukkan oleh pria mana pun. Ia mengenakan gaun merah tipis yang melekat erat pada tubuh moleknya. Verez mencoba memberikan senyuman termanisnya untuk menarik perhatian sang penguasa baru itu.

"Selamat atas kemenangan besar Anda, Tuan Rein," ucap Verez dengan nada suara yang sengaja didesahkan tepat di dekat telinga Rein.

Rein menoleh secara perlahan. Ia melihat Verez dengan tatapan predator yang sangat lapar. Rein mengabaikan ucapan selamat itu. Ia langsung mencengkeram pinggang Verez dengan sangat kuat. Jemari Rein yang panjang masuk ke balik gaun tipis itu. Rein meremas bokong Verez yang kencang tanpa rasa ragu. Verez terkesiap. Ia merasakan gairah yang sangat besar menjalar di sekujur tubuhnya akibat sentuhan kasar itu.

Rein menyeret Verez masuk ke dalam kamar tidur utamanya yang sangat luas. Ia menutup pintu kayu jati itu melalui satu tendangan kaki yang bertenaga. Rein melepas kemejanya. Ia memperlihatkan raga barunya yang penuh dengan otot yang liat dan berurat. Perut rata Rein menunjukkan garis-garis otot yang sangat jelas dan dalam. Ia melepaskan ikat pinggangnya secara perlahan. Penis Rein yang sangat besar, panjang, dan berurat langsung berdiri tegak menantang udara malam. Batang penisnya terlihat sangat kokoh. Batang itu berdenyut kuat karena aliran darah yang sangat lancar.

Verez terbelalak melihat kejantanan Rein yang luar biasa besar itu. Ia merasa sangat kecil di hadapan pria yang sangat perkasa ini. Rein mematikan lampu utama. Ia membiarkan ruangan hanya diterangi oleh cahaya bulan dari jendela. Rein mengangkat tubuh Verez lalu melemparkannya ke atas ranjang yang empuk. Rein menindih tubuh Verez menggunakan badannya. Ia memposisikan penisnya di depan wajah Verez.

"Layani aku sekarang," perintah Rein dengan suara bariton yang sangat dingin.

Verez segera membuka mulutnya. Ia mulai mengulum penis Rein yang panas dengan sangat rakus. Rein menjambak rambut Verez agar wanita itu bisa menelan seluruh batangnya sampai ke pangkal tenggorokan. Rein menggerakkan pinggulnya dengan ritme yang sangat bertenaga. Ia merasakan kenikmatan yang luar biasa saat mulut Verez berusaha menampung ukuran penisnya yang sangat besar. Rein kemudian membalikkan tubuh Verez agar wanita itu menungging di hadapannya.

Rein memasukkan penisnya ke dalam kemaluan Verez melalui satu sentakan pinggul yang kuat. Verez menjerit kencang saat rahimnya dihantam oleh kejantanan Rein yang sangat keras. Rein bergerak menggunakan kecepatan yang ia peroleh dari dunia Xiao Lin. Suara benturan panggul Rein dengan bokong Verez memenuhi ruangan yang sunyi itu. Keringat mereka bercampur. Raga Rein tampak berkilat di bawah sinar rembulan. Rein terus memacu gerakannya tanpa rasa lelah sedikit pun.

Pada puncaknya Rein mengerang rendah. Ia menyemburkan spermanya yang sangat kental dan panas ke dalam rahim Verez. Cairan putih itu meluap keluar dari sela-sela paha Verez. Rein merebahkan tubuhnya di samping Verez yang sudah lemas dengan napas yang memburu. Rein merasa sangat puas dengan kekuatannya yang sekarang. Ia tahu bahwa mulai malam ini ia akan menguasai semua wanita cantik di dunia ini melalui cara yang sama. Pesta kemenangannya baru saja dimulai.
BACA JUGA