REIN: Kekalahan (Bagian 1)

Rein melangkah keluar dari Menara London dengan sisa darah Zata yang masih menempel pada telapak tangannya. Langkah pria itu terhenti di lorong parkir yang gelap. Sekelompok orang berpakaian taktis hitam menutup seluruh jalan keluar. Rein mencoba melakukan perlawanan dengan kecepatan yang luar biasa. Serangan gas bius yang sangat pekat mendadak memenuhi ruangan itu. Pandangan Rein menjadi kabur. Raga sekel pria itu jatuh tersungkur di atas lantai beton sebelum kesadarannya hilang sepenuhnya.

Rein terbangun saat raga sekelnya dilempar secara kasar ke atas permukaan pasir yang sangat panas. Hawa terik matahari gurun langsung menyengat kulitnya. Rein tersentak. Pria itu menyadari bahwa kedua tangannya sudah terikat oleh rantai baja yang sangat kuat. Rein berada di sebuah wilayah tersembunyi di tengah hamparan padang pasir Timur Tengah yang sangat luas. Di depan Rein, berdiri jajaran kendaraan tempur lapis baja yang dikepung oleh puluhan tentara bayaran bersenjata lengkap.

Seorang wanita melangkah maju dari balik kendaraan itu. Wanita itu bernama Lylia. Lylia merupakan kerabat dekat Zata yang memimpin unit pasukan khusus paling disegani. Lylia mengenakan pakaian tempur kulit yang sangat ketat. Pakaian itu memperlihatkan raga atletis yang sangat bertenaga. Lylia memiliki wajah cantik. Lylia memancarkan aura kebencian yang sangat mendalam melalui tatapan matanya. Tangan Lylia menggenggam sebuah cambuk dengan ujung yang dialiri listrik tegangan tinggi.

"Keadilan tidak akan datang melalui pengadilan, Rein. Kau dibawa ke tempat ini untuk membayar setiap tetes darah yang kau tumpahkan kepada saudaraku," ucap Lylia dengan suara yang sangat dingin.

Rein mencoba bangkit dengan sisa tenaganya. Rein menerjang ke arah Lylia meskipun kakinya masih terasa berat. Rein berhasil memukul jatuh dua orang pengawal yang mencoba menghalangi jalannya. Rein mengarahkan pukulannya ke wajah Lylia. Lylia bergerak dengan sangat lincah. Lylia menghantam ulu hati Rein menggunakan lututnya yang keras. Rein terbatuk darah. Pria itu merasakan kekuatan bertarung Lylia berada di tingkat yang sangat berbahaya.

Pertarungan brutal terjadi di bawah panas gurun yang membakar. Rein memberikan serangan beruntun. Lylia menangkis setiap pukulan dengan taktik yang sangat rapi. Lylia menyabetkan cambuk listriknya ke arah punggung Rein. Rein berteriak kencang saat sengatan listrik itu menghancurkan sistem sarafnya secara paksa. Rein jatuh berlutut di atas pasir yang panas. Lylia menghantam tengkuk Rein menggunakan gagang pistol yang sangat berat.

Rein terkapar dalam kondisi hampir meregang nyawa. Rein merasakan raga sekelnya diseret secara paksa oleh para tentara bayaran menuju sebuah jip militer. Lylia mendekat. Lylia menginjak dada Rein menggunakan sepatu bot militernya yang sangat keras. Lylia menekan luka pada bahu Rein sampai pria itu mengerang kesakitan yang sangat luar biasa.

"Kau akan menjadi budak pemuas nafsu di istanaku, Rein. Aku akan memeras seluruh kejantananmu sampai kau memohon untuk dibunuh," desis Lylia tepat di telinga Rein.

Lylia memerintahkan anak buahnya untuk mempererat rantai pada kaki Rein. Rein diseret masuk ke dalam penjara baja yang sangat sempit di istana bawah tanah. Rein melihat bayangan Lylia yang tersenyum puas melihat ketidakberdayaannya.
BACA JUGA