REIN: Pencarian

Lampu-lampu lampion di sepanjang koridor Istana Utara bergoyang ditiup angin malam. Angin itu membawa hawa dingin dari pegunungan bersalju bercampur danau biru di dekat istana. Kamar pengantin kerajaan juga sudah dihias kelambu sutra merah yang indah. Dupa beraroma wangi melati yang ditaruh di setiap penjuru kamar itu pun terus mengepulkan asapnya. Persiapan upacara penobatan agung untuk calon kaisar baru sudah mencapai tahap akhir. Di depan jendela besar kamar itu, Su Hua merapikan gaun sutra miliknya. Namun, tiba-tiba perasaannya gelisah tidak karuan menyerangnya. 

Keesokan paginya, saat fajar sudah menyingsing. Seluruh orang di istana heboh, saat mengetahui ruangan calon kaisar kosong tanpa adanya tanda bekas pertarungan atau perampokan. Hilangnya Xiao Lin secara mendadak itu pun mempertegas firasat buruk Su Hua. Ia seakan kehilangan arah saat mengetahui suaminya itu hilang tanpa sempat berpamitan. Air matanya tiba-tiba menetes.

Para pejabat istana mulai menyebarkan desas-desus pengkhianatan yang dilakukan oleh Xiao Lin. Namun, Su Hua tetap tidak percaya bahwa pria yang dia sayangi itu berkhianat. Ia lebih meyakini bahwa suaminya itu ditarik oleh entitas asing. 

Dua tahun kemudian, setelah ia melahirkan putrinya dan berbekal rasa percayanya, Su Hua lalu pergi ke sebuah ruang rahasia yang ada di istana. Ia lalu mengambil sebuah pusaka cermin langit, sebuah pusaka yang menjadi gerbang antar dimensi. Su Hua lalu merapalkan sebuah mantra terlarang dengan penuh konsentrasi. Ia lalu menyayat telapak tangan sendiri, membiarkan darah sucinya mengalir ke permukaan cermin. Seketika, sebuah percikan cahaya putih yang perlahan melebar, menciptakan sebuah lingkaran; sebuah gerbang antar dimensi. Tanpa ragu, Su Hua melangkahkan kakinya masuk ke dalam lubang itu.

Beberapa saat kemudian, Su Hua terdampar di sebuah tempat yang dipenuhi oleh api yang membara di sepanjang mata memandang. Di tempat itu, oksigen terasa sangat tipis, ia berkali-kali merasakan sesak yang teramat parah. Tanpa pikir panjang, ia lalu merapalkan mantra, gerbang antar dimensi itu pun kembali terbuka. 

Pengembaraan Su Hua benar-benar sebuah perjuangan yang sangat keras. Ia terus menerus berpindah dari satu dimensi ke dimensi lainnya. Hingga pada suatu ketika, ia terdampar di suatu dimensi yang dipenuhi oleh bangunan yang menjulang tinggi hingga menyentuh awan. Langit di tempat itu berwarna kelabu pekat yang dipenuhi oleh asap. Cahaya lampu warna-warni mendominasi pemandangan di setiap sudut jalanannya. Hingga kereta besi yang berlari dengan kecepatan tinggi di atas jalanan di tempat itu. 

Su Hua yang mengenakan gaun kerjaan itu pun, selalu bersembunyi di dalam gang-gang gelap yang ada di tempat itu supaya tidak menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sana. 

Selama menyusuri tempat asing ini, Su Hua menyadari identitasnya sebagai seorang putri kerajaan tidaklah berguna. Ia lalu mengganti penampilan dengan mengenakan pakaian ala dunia ini yang ia ambil dari tumpukan sampah agar bisa membaur. Di dunia ini, orang-orang mengenal dia dengan nama Airi.

Airi, sebuah nama yang ia gunakan untuk mencari informasi tentang Xiao Lin. Di dunia ini, Airi belajar apa saja, termasuk cara hidup orang-orang di dunia ini demi mempermudah dalam misi pencariannya. Ia menghabiskan banyak waktu di tempat-tempat umum, mendengarkan percakapan orang asing, hingga belajar menggunakan teknologi yang ada di dunia ini.

Namun, langkah Airi terhenti saat ia melihat layar berukuran besar di sebuah gedung. Tampilan pada layar itu menghentikan detak jantungnya dalam beberapa detik. Layar itu menampilkan rekaman video pembunuhan keji terhadap pria bernama Zata di suatu ruangan. Airi terpaku, saat ia merasakan aura Xiao Lin. Sorot matanya yang tajam bak predator kelaparan itu merupakan ciri khas suaminya. Seketika, Airi menyadari pria yang ada di sana adalah Xiao Lin, suaminya. 

Airi memejamkan mata, ia lalu mencoba merasakan aura Xiao Lin melalui kekuatan spiritualnya. Beberapa saat kemudian,  ia mendapatkan titik terang tentang lokasi Xiao Lin berada. Namun, tiba-tiba aura Xiao Lin perlahan melemah. Firasat buruk tentang pria itu menyergap pikiran Airi. Ia langsung berlari ke dalam gang gelap, lalu merapalkan matra perpindahan lokasi.
Memuat daftar chapter...
[X]