REIN: Pesona Baru
Gerbang besar Kota Gading berdiri kokoh menyambut langkah Xiao Lin yang mantap. Sinar matahari pagi memantul pada pakaian kulit binatangnya yang hitam dan melekat sangat ketat. Setiap otot di tubuhnya menonjol dengan jelas saat ia berjalan melewati kerumunan orang di pasar utama. Para wanita yang sedang berbelanja, mendadak berhenti bernapas sejenak ketika melihat sosok pria asing yang sangat tampan dan gagah itu. Rahang Xiao Lin yang tajam serta tatapan matanya yang dingin memberikan kesan pria penguasa yang sangat sulit untuk didekati.
Ia berjalan menuju toko obat terbesar di pusat kota untuk menjual hasil buruannya. Pemilik toko obat, seorang pria tua bernama Wang Ge, terbelalak melihat kualitas akar ginseng yang dibawa oleh Xiao Lin. Wang Ge belum pernah melihat tanaman selangka ini selama puluhan tahun ia berbisnis. Tanpa banyak bicara, Rein menggunakan kemampuan negosiasinya yang tajam untuk menekan harga setinggi mungkin. Ia berhasil mendapatkan lima kantong besar koin emas murni sebagai bayaran. Kini, Xiao Lin bukan pria miskin yang kelaparan lagi. Ia memiliki modal yang sangat besar untuk memulai rencananya.
Setelah urusan bisnisnya selesai, Xiao Lin melangkah menuju kedai minuman paling mewah di wilayah tersebut. Tempat ini merupakan pusat hiburan bagi kaum bangsawan dan pedagang kaya. Kebetulan sekali, kedai ini adalah tempat Wei Lan dan Ning Xi bekerja sebagai pelayan. Saat Xiao Lin melangkah masuk, suasana riuh di dalam kedai mendadak menjadi sunyi senyap. Semua mata, baik pria maupun wanita, tertuju pada raga sekel milik Xiao Lin. Otot bisepnya yang besar terlihat sangat liat saat ia menarik kursi dan duduk di pojok ruangan.
"Pelayan, bawakan aku arak terbaik dan daging panggang yang paling empuk," suara bariton Xiao Lin menggema dengan sangat berwibawa.
Wei Lan segera mendekat dengan langkah yang dibuat sangat menggoda. Ia sama sekali tidak mengenali bahwa pria tampan di depannya adalah babi lumpur yang pernah ia ludahi beberapa bulan lalu. Wei Lan membungkuk sangat rendah saat meletakkan gelas arak, sengaja memamerkan belahan dadanya yang putih di depan wajah Xiao Lin. Ia berharap pria asing ini akan tertarik dan memberinya tip yang banyak.
"Siapa namamu, Tuan yang gagah?" tanya Wei Lan dengan suara yang sengaja didesahkan.
Xiao Lin menyeringai dingin. Ia meraih tangan Wei Lan dan menariknya dengan sangat kasar sampai wanita itu jatuh terduduk di pangkuannya. Wei Lan memekik kaget, namun ia justru merasa sangat bergairah saat merasakan panasnya otot paha Xiao Lin. Tangan besar Xiao Lin merayap ke balik baju tipis Wei Lan, meremas payudaranya dengan sangat kuat tanpa memedulikan rasa sakit yang mungkin dirasakan wanita itu. Ning Xi yang melihat dari kejauhan merasa sangat cemburu dan ingin berada di posisi Wei Lan.
"Kamu tidak perlu tahu namaku," bisik Xiao Lin tepat di lubang telinga Wei Lan.
Rein merasa sangat puas melihat wanita yang dulu merendahkannya kini justru mengemis perhatian darinya. Xiao Lin membiarkan tangannya terus menjelajahi lekuk tubuh Wei Lan dengan sangat berani di depan umum. Ia merasakan penisnya mulai menegang hebat di balik celana kulitnya yang sangat ketat. Tonjolan penisnya yang besar dan panjang terlihat sangat jelas, menciptakan pemandangan yang membuat napas para wanita di kedai itu menjadi berantakan. Bahkan beberapa pria di ruangan itu menatap Xiao Lin dengan pandangan penuh rasa iri sekaligus kagum pada kejantanannya yang luar biasa itu.
Xiao Lin kemudian menyesap araknya sampai habis. Ia melemparkan satu koin emas ke dalam belahan dada Wei Lan, membuat wanita itu gemetar karena kegirangan. Xiao Lin berdiri dari kursinya, memperlihatkan tinggi badannya yang menjulang dan bahunya yang sangat lebar. Ia meninggalkan kedai itu tanpa menoleh sedikit pun, membiarkan Wei Lan dan Ning Xi terpaku menatap punggungnya yang penuh otot.
Rencananya berjalan sangat sempurna. Ia sudah mulai membangun reputasi sebagai pria yang paling diinginkan di Kota Gading. Langkah berikutnya adalah menarik perhatian orang-orang yang lebih berkuasa di kerajaan ini. Xiao Lin berjalan menuju penginapan terbaik untuk membersihkan tubuhnya yang sedikit berkeringat. Ia tahu bahwa mulai malam ini, hidupnya akan dipenuhi dengan banyak cumbu rayu dan intrik kekuasaan yang sangat mematikan. Dendamnya baru saja dimulai, dan ia akan memastikan semua orang membayar harga yang sangat mahal atas hinaan mereka di masa lalu.
BACA JUGA
Post a Comment