REIN: Kembali
Beberapa bulan berlalu sejak malam panas di paviliun itu. Pengaruh Xiao Lin di lingkungan istana tumbuh cepat. Ia berhasil memenangkan hati para jenderal perang dan pejabat tinggi yang sebelumnya memihak Shi Yu. Tubuh Xiao Lin yang bugar itu selalu terbalut pakaian mewah, menonjolkan otot dada bidangnya. Setiap kali ia melangkahkan kakinya di koridor istana yang megah itu, ia langsung menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di istana.
***
Kondisi kesehatan Kaisar Lu Ban kian menurun drastis. Penyakit paru-paru yang ia idap beberapa tahun belakangan ini, membuatnya hanya bisa terbaring lemah di ranjang kebesarannya. Shi Yu pun mencoba memanfaatkan keadaan ini dengan menyebarkan fitnah tentang hubungan gelap antara Xiao Lin dan Putri Su Hua. Namun, rencana liciknya itu gagal total. Karena seluruh orang di Istana Utara mengetahui jika mereka mempunyai hubungan special, termasuk ayahnya, Kaisar Lu Ban.
Di tengah ketegangan politik tersebut, Putri Su Hua memberikan kabar mengejutkan. Ia sedang mengandung benih dari Xiao Lin. Kabar ini pun menjadi alasan kuat bagi Kaisar Lu Ban untuk segera meresmikan hubungan mereka dan menepis fitnah yang sedang beredar. Sang Kaisar menyadari Xiao Lin memiliki tubuh yang kuat dan otak yang cerdas untuk memimpin kerajaan di wilayah utara Kota Athanor ini di masa depan.
Upacara pernikahan agung mereka akhirnya digelar mewah. Berbagai tamu undangan penting dari berbagai penjuru Kota Athanor datang untuk memberikan selamat. Seluruh rakyat di wilayah utara pun ikut bersorak merayakan bersatunya pasangan ini.
Malam setelah pesta pernikahan, Xiao Lin membawa Su Hua ke kamar tidur istana. Ia langsung menutup pintu besar kamar yang terbuat dari kayu jati itu dengan rapat. Xiao Lin melepas jubah merah yang ia kenakan itu, memperlihatkan otot punggungnya yang lebar. Ia menghampiri Su Hua yang duduk di tepi ranjang dengan gaun pengantin sedikit tersingkap. Xiao Lin mencengkeram rahang lembut Su Hua, lalu mencium bibir istrinya itu dengan penuh nafsu.
"Sekarang, kau milikku sepenuhnya," bisik Xiao Lin dengan suaranya yang lembut penuh nafsu.
Tanpa melepaskan ciumannya, tangan Xiao Lin merayap ke balik gaun pengantin yang menutupi tubuh istrinya. Ia meremas payudara sesekali memainkan puting istrinya, hingga membuatnya mendesah dengan keras. Su Hua dengan sigap melilitkan kaki mulusnya ke pinggang suaminya dengan kuat. Sembari ia menciumi tengkuk istrinya, Xiao Lin perlahan melepaskan seluruh pakaiannya. Penisnya yang sedari tadi sudah menegang dari balik pakaiannya itu pun kini terlihat dengan jelas, berdenyut-denyut dan siap menghujam masuk ke dalam kehangatan tubuh istrinya.
Xiao Lin membaringkan istrinya dengan kasar di atas tumpukan bantal sutra. Ia membuka lebar paha istrinya, lalu memposisikan kepalanya tepat di antara kedua kaki istrinya itu. Ia perlahan mulai menjilat klitoris istrinya dengan lidahnya yang liat, menciptakan genangan air liur bercampur peluh yang membasahi sprei mewahnya. Su Hua merintih, merasakan geli bercampur rasa nikmat yang menyerang sekujur tubuhnya. Ia mengcengkeram punggung suaminya, hingga menggigit tangannya sendiri.
Setelah puas menjilati area vagina istrinya, Xiao Lin langsung bergerak ke atas tepat di atas wajah istrinya. Ia mendongakkan kepala istrinya dan memaksa wanita itu membuka mulutnya. Dengan dorongan yang kuat, penis Xiao Lin pun langsung menghujam hingga ke pangkal tenggorokan, membuat istrinya sempat tidak bernafas dalam beberapa detik. Setelah itu, dengan lihainya, Su Hua menjilati penis suaminya dari ujung hingga ke pangkal, membuat suaminya mengerang rendah.
Setelah puas bermain dengan mulut istrinya, Xiao Lin kembali memposisikan tubuhnya tepat di antara paha istrinya, dan dengan satu dorongan kuat, ia memasukan penisnya jauh ke dalam sampai menyentuh pangkal rahim istrinya.
Setelah puas bermain dengan mulut istrinya, Xiao Lin kembali memposisikan tubuhnya tepat di antara paha istrinya, dan dengan satu dorongan kuat, ia memasukan penisnya jauh ke dalam sampai menyentuh pangkal rahim istrinya.
Goyangan maju mundur dari pinggul Xiao Lin pun membuat kamar yang luas itu tidak nampak sunyi. Ia bergerak dengan penuh tenaga hingga membuat istrinya berteriak dalam kenikmatan yang luar biasa. Peluh mereka bercampur jadi satu, membuat tubuh keduanya tampak mengkilat di antara cahaya lilin yang mengelilingi kamar itu. Xiao Lin terus memacu gerakannya sampai akhirnya ia menyemburkan sperma kental jauh ke dalam rahim istrinya.
Beberapa minggu setelah malam itu, Kaisar Lu Ban menghembuskan napas terakhirnya. Sesuai dengan wasiat yang sudah ia tuliskan, Xiao Lin secara resmi terpilih menjadi kaisar yang baru menggantikan posisi mertuanya. Seluruh persiapan untuk penobatan kaisar baru sudah selesai dilakukan.
Sehari sebelum penobatannya, Xiao Lin berdiri menatap cakrawala yang luas itu. Terbersit pikiran yang betapa ia sangat beruntung bisa hidup kembali dan dipenuhi oleh kebahagiaan.
Malam itu, Xiao Lin tidur di samping istrinya dengan perasaan yang sangat amat bahagia.
Tepat saat sinar matahari mulai menyingsing, tiba-tiba Xiao Lin merasakan sebuah getaran aneh yang mulai melanda kesadarannya. Suara sorak-sorai rakyat di luar istana yang ia dengar samar-samar, perlahan berubah menjadi suara dengungan suara mesin yang bising. Aroma melati dan kayu cendana yang khas di kamarnya pun ikut berubah menjadi aroma wine dan besi tajam.
"Apakah ini mimpi?" ucapnya dalam hati dengan penuh kebingungan.
Post a Comment