Perhatian yang Diabaikan
Jujur saja, saya sering merasa bingung dengan penilaian orang-orang terhadap saya. Banyak sekali yang melabeli saya sebagai orang yang cueknya setengah mati, padahal sebenarnya saya ini tipe yang sangat perhatian. Masalahnya, perhatian saya itu tipe yang hanya bisa dirasakan kalau sedang bertatap muka langsung. Kalau sudah, saya pasti akan berusaha memberikan treatment sebaik yang saya bisa. Tapi anehnya, begitu jarak memisahkan, cap "cuek" itu langsung menempel lagi hanya karena saya mungkin tidak terlalu berisik memberikan notifikasi di ponsel mereka.
Meskipun saya tidak percaya dengan berbagai hal yang berkaitan dengan karakter diri. Tapi, setiap hal yang saya lalukan selalu dikaitkan dengan itu. Kayak, "Oh pantes, Taurus." Saya pun sampai berpikir, apa ini memang bawaan dari karakter saya?
Sebagai seorang Taurus, saya memang cenderung lebih suka kenyamanan dan ketenangan. Jadi, saya lebih memilih menunjukkan kasih sayang lewat tindakan nyata saat bertemu daripada sekadar kata-kata rayu. Ditambah dengan karakter INFP, yang dunianya lebih banyak di dalam pikiran sendiri. Bagi seorang INFP, interaksi di dunia maya itu terkadang melelahkan, sehingga saya sering terlihat dingin atau tidak peduli, padahal aslinya nggak sama sekali. Lalu ada Shio Tikus Api, yang sebenarnya karakternya punya semangat menggebu-gebu. Ada tapinya, hehehe. Karakter ini sangat amat mandiri, yang mungkin membuat saya terlihat seperti tidak butuh seseorang, padahal aslinya pengen terus pelukan.
Lucunya lagi, saya tidak suka dikejar sama orang, terlebih dikejarnya dalam hal perasaan. Dan ya, saya tipe yang akan mengejar kalau ada rasa yang dalam; bukan tipe yang gampang menyerah juga, karena punya prinsip, "berani mulai harus berani menyelesaikan." Namun, tetap saja usaha yang saya lakukan dari jauh itu sering dianggap cuek, padahal saya sedang berjuang dengan cara saya sendiri.
Pertanyaan yang sering muncul di kepala, "Apakah perhatian saya saat bertemu itu tidak dianggap sama sekali? Kenapa mereka lebih mudah menilai sisi cuek saya saat berjauhan daripada melihat perhatian yang saya berikan sepenuhnya saat sedang bersama?" Padahal bagi saya, perhatian yang paling jujur dan tulus itu adalah ketika saya bisa berada di sisi mereka dan memberikan kepada mereka momen terbaik dengan cara saya.
Entahlah, mungkin ini semua memang sudah menjadi takdir saya. Dan mungkin, karakter yang sudah melekat ini harus segera diubah, supaya pendewasaan diri tidaklah berhenti pada satu karakter ini.
Entahlah, mungkin ini semua memang sudah menjadi takdir saya. Dan mungkin, karakter yang sudah melekat ini harus segera diubah, supaya pendewasaan diri tidaklah berhenti pada satu karakter ini.
Baiklah, mungkin cukup sekian, saya menampilkan tarian jemari saya di malam penuh kelabu ini. Sampai jumpa di tarian yang lainnya.
BACA JUGA
Post a Comment