Cerpen Cak Kirun: Bongkar Pasang Anggaran

Memasuki minggu kedua bulan Desember, halaman kantor desa penuh dengan tumpukan material. Suara mesin penghancur beton terdengar bising sejak pagi. Beberapa pekerja sibuk merobohkan pagar tembok di bagian depan yang catnya sebenarnya masih terlihat sangat bersih.

Cak Kirun berhenti di depan kantor desa. Ia memperhatikan pagar yang sedang dihancurkan itu. Baru sekitar enam bulan lalu pagar tersebut selesai dibangun. Sekarang, pagar itu harus rata dengan tanah hanya untuk diganti dengan desain baru yang katanya lebih modern.

Pak Mantri keluar dari kantor dengan membawa map besar, memberikan instruksi kepada para pekerja agar pengerjaannya dipercepat. Ia ingin proyek renovasi pagar ini selesai sebelum tanggal dua puluh satu Desember.

"Cepat sekali ya Pak, pagarnya sudah ganti lagi," kata Cak Kirun sambil melihat tumpukan puing tembok yang masih utuh.

Pak Mantri menoleh sebentar. "Masalahnya di penyerapan anggaran. Uang negara yang sudah turun harus habis tahun ini juga. Kalau ada uang sisa di kas, tahun depan jatah anggaran desa bisa dipangkas karena dianggap tidak mampu mengelola dana. Makanya renovasi pagar jadi pilihan paling gampang supaya uangnya cepat terpakai."

Cak Kirun teringat jembatan kayu di dusun sebelah yang sudah rapuh dan berbahaya saat dilewati warga. Pengajuan perbaikan jembatan itu selalu ditolak dengan alasan dana sudah terpakai untuk urusan lain.

"Kasian pagarnya ya Pak. Masih kuat tapi terpaksa dirobohkan biar anggaran tahun depan nggak berkurang," ujar Cak Kirun pelan.

Pak Mantri tidak menyahut dan memilih masuk kembali ke dalam ruangannya. Ia tetap fokus pada laporan di mapnya, memastikan setiap rupiah terserap tanpa sisa.

Cak Kirun berjalan pergi meninggalkan kantor desa. Di sepanjang jalan, ia melihat warga yang kesulitan mengangkut hasil panen karena jembatan yang rusak. Ia menyadari kalau di desa itu, menggunakan uang untuk hal tidak berguna buat laporan anggaran ternyata jauh lebih penting daripada memperbaiki fasilitas yang benar-benar warga butuhkan.

Memuat daftar chapter...
[X]